Ads Top

Penipuan Voucher hotel Visa/Mastercard

Belum lama tadi saya ditelpon oleh orang yang ngakunya dari Visa/Mastercard, namanya Trisya. Pertama dia menanyakan apakah saya sudah menerima kartu kredit ABN Amro saya. Saya bilang sudah, tetapi sudah saya tutup lagi karena pesanannya tidak sesuai. Lalu dia bertanya apakah punya kartu kredit lain, saya jawab iya.

Lalu die memberitahukan kalau ada program dari visa/mastercard yang memberikan voucher gratis hotel dan diskon penerbangan. Hotelnya ada di kota besar di indonesia, dikasihnya 3 malam untuk jangka waktu 5 tahun. Selain itu ada juga paket voucher diskon penerbangan senilai 100.000 Rupiah. Ditawari voucher seperti ini tentu saja saya tertarik. Dia bilang akan mengirim vouchernya ke kantor sekarang juga. Tapi sebelum menutup telpon, dia menjelaskan kalau untuk ini dibutuhkan deposit senilai Rp. 990.000 yang akan dikembalikan setelah tahun pertama.

Saya bilang OK, karena saya pikir dia akan mengirimkan vouchernya dan saya bisa mempelajarinya nanti setelah vouchernya datang.

Ternyata tidak lama kemudian ada yang menelpon lagi, kali ini ngakunya dari bagian pengiriman, memastikan alamat kantor dan memberitahukan kalau kurir mereka akan membawa alat gesek kartu kredit untuk menagih pembayaran depositnya. Disini nih saya mulai curiga. Tapi saya tetap iyakan saja, biar dia datang dan saya pikir kita lihat saja nanti.

Lalu selang beberapa menit ada telpon lagi, katanya dari Yuli, dari PT. Mandira, bagian keuangan. Kali ini dia menanyakan kepastian tentang vouchernya, saya bilang iya, silahkan dikirim. Lalu kemudian dia menanyakan tentang kartu kredit saya dan meminta nomernya. Wah.. ini pasti udah gak bener nih. Benar saja, ketika saya tidak mau memberikan nomer kartu kredit saya, nadanya tiba-tiba berubah jadi kesal dan langsung menutup telpon.

Ini data yang dia berikan, gak tau benar atau enggak.
PT. Mandira,
Holding Visa/Mastercard Indonesia
no telp. 021 - 3802241 dengan Yuli atau Linda
SMS: 021 70641715
yang menelpon saya pertama kali: Trisya: 021 4227375

Nomer yang diberikan memang nomer PSTN, tapi saya tidak bisa melihat mereka menelpon dari nomer berapa karena mereka menelpon saya melalui nomer kantor.

Saya curiga mereka mendapatkan data saya dari ABN Amro, entah sales kartu kreditnya atau ada sistem aplikasi kartu kredit ABN Amro yang bocor. Buat teman-teman, jangan pernah ngasih nomer kartu kredit via telpon atau apapun kalau sumbernya tidak jelas seperti ini.

kalau ada yang bisa verifikasi nomer-nomer diatas, tolong hubungi saya via email me@veriy.net
Thanks
Veriy's Blog
. Powered by Blogger.