Tuesday, December 23, 2008

Modus Penipuan Dengan Surat Penting

Sumber:
http://radar-bogor.co.id/?ar_id=MjI1ODg=&click=MTgx

29-11-2008 03:32 WIB
Modus Penipuan Baru
Tebar Amplop Berisi Dokumen

BOGOR - Kini masyarakat harus waspada. Pasalnya, ada modus penipuan baru di Kota Bogor.
Warga Kelurahan Gunungbatu RT 03/11 Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor Jacky Wijaya (50) nyaris menjadi korban penipuan, Jumat (28/11).
Beruntung dia cepat tersadar, sehingga tidak menjadi korban.

Bagaimana modus penipuan baru itu terjadi? Awalnya, Jacky menemukan amplop berwarna cokelat yang tergeletak di Jalan Raya Pajajaran, tak jauh dari simpang Tugu Kujang.
Amplop tersebut bertuliskan dokumen penting.
Merasa penasaran dengan isi amplop, Jacky langsung membukanya.
Betapa terkejutnya dia saat melihat isi amplop itu berisi surat-surat penting, seperti surat izin usaha perusahaan (SIUP) atas nama PT Mico Graha Pavindo.

Dalam SIUP itu tertulis sebagai Direktur Utama Lumaksono Tri Sardjono asal Surabaya.
Ada pula surat keterangan tanah yang dikeluarkan Badan Pertanahan Kabupaten Manokwari dan cek senilai Rp4,7 miliar. Tak hanya itu, dalam amplop juga terdapat foto Lumaksono yang sedang bersalaman dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

"Dokumen penting dan foto SBY yang bersalaman dengan Lumaksono itu membuat saya percaya kalau dia seorang pengusaha atau orang hebat," ungkap Jacky. Lantaran ingin mengembalikan dokumen tersebut, Jacky menghubungi nomor 081230553900 yang tertera di amplop. Nomor itu ternyata aktif, sehingga percakapan seorang lelaki yang mengaku bernama Lumaksono pun terjalin.

Orang yang dihubungi itu mengucapkan terima kasih dan meminta mengirimkan langsung amplop penting itu kepadanya di Surabaya Jawa Timur. Untuk keperluan ongkos ke Surabaya, Lumaksono berjanji memberikan uang Rp20 juta sebagai ucapan terima kasih kepada Jacky.
Tidak hanya itu, Jacky juga dijanjikan mendapatkan bonus Rp100 juta. Mengirimkan uang itu, Lumaksono meminta Jacky ke ATM agar proses transfer uang bisa dilakukan.

Mendapat tawaran itu, Jacky tergiur dan pergi ke ATM dengan harapan bisa mendapatkan uang yang dijanjikan. Setibanya di ATM, Jacky dipandu Lumaksono melakukan transaksi menggunakan bahasa Inggris. Di tengah proses transaksi, Jacky sempat curiga lantaran uang yang ada di ATM-nya diminta ditransfer ke nomor rekening Lumaksono.

Sadar dirinya nyaris ditipu, Jacky menghentikan proses transaksi di ATM itu dan memaki-maki Lumaksono. Mendengar omelan Jacky, tiba-tiba Lumaksono langsung menutup telepon.
"Saya mulai curiga waktu dia menyuruh mentransfer semua uang yang ada di ATM saya," kata Jacky.

Beruntung dia keburu sadar. Uang dalam ATM pun bisa diselamatkan. Jacky langsung memaki-maki orang itu. Pelaku malah menutup teleponnya. "Saya juga curiga sama foto dia dan Pak SBY. Saya menduga foto itu direkayasa oleh Lumaksono," ujar Jacky.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang menemukan amplop berisi dokumen penting, termasuk cek dan foto seseorang dengan Persiden SBY, agar berhati-hati dan jangan mudah percaya. Karena saat bertransaksi di ATM yang dijanjikan akan menerima uang, justru akan menjadi korbannya. Menurut Jacky, orang itu sengaja membuang amplop di tengah jalan agar mudah ditemukan orang lain untuk menghubungi pelaku.

Informasi yang diperoleh Radar Bogor, modus penipuan gaya baru ini sudah memakan korban. Pada 7 November 2008, satu orang warga Kabupaten Bogor bernama Neneng dan satu orang lainnya warga Cianjur bernama Syahlan telah menjadi korban penipuan tebar dokumen penting ini.

Dengan modus yang sama, korban (Neneng) mengalami kerugian Rp15 juta dan Syahlan menderita kerugian Rp7 juta.Awalnya, kedua korban ini juga menemukan amplop cokelat berisi dokumen penting.

Keduanya berniat mengembalikannya dan juga dipandu pelaku dengan iming-iming mendapatkan uang ratusan juta sebagai balas jasa. Bukannya uang jasa yang diperoleh, malahan uang di ATM korban amblas berpindah ke rekening pelaku. (dra)

Saturday, December 20, 2008

Surat dari pengamen




Kalau anda naik bus atau angkutan umum yg memungkinkan ada pengamen, anda akan menemui cara baru mengamen yg sekarang makin populer, apalagi pengamen yg kemampuan bermusiknya paspasan. Mereka mengamen didukung dengan surat permohonan bantuan. Coba anda baca deh suratnya.

Global compact member di bus kota




Sariayu memasang iklan di tempat duduk bus kota tangerang-blok M. Berapa banyak sih yg tahu apa itu global compact?

Friday, December 05, 2008

Flash Player slow on MacOS X, iBook G4

I'm still using iBook G4 1,33 GHz PPC, 768 MB RAM, with MacOS X 10.4.11. Recently, I have a trouble with the newly updated Flash Player version 10. The new flash player consume a lot of cpu resources. The most significant turnoff is when I open video website such as YouTube, Metacafe, or any other website that plays flv video.

Some steps I tried was:

1. Uninstall Flash Player: http://www.adobe.com/go/tn_14157
2. Re-install the flash player using specific PPC version: http://get.adobe.com/flashplayer/otherversions/
This attempts still fails, it still performs very slow.

so, I tried other alternatives:
1. Uninstall it again.
2. Downgrade to version 9: http://www.adobe.com/go/kb406791
The downgrade seems to work. The performance of the flash player is better than the latest version.

So, if you face the similar problem with "old" computers, you might want to try to downgrade the flash player.
Older version of Flash Player are still available on Adobe's website here: http://www.adobe.com/go/tn_14266

Thursday, December 04, 2008

InDesign CS2: Missing Plug-ins LILO.APLN and CELLSTYLES.RPLN

When you open a .indd with InDesign CS2, you got this message:

Error:
The document “document_name.indd” uses one or more plug-ins which are not currently available on your system. Do you want to open anyway?

LILO.APLN
CELLSTYLES.RPLN

.......................
This happens because the file you try to open is an InDesign CS3 file. The file is not backward compatible.


The solution is to ask the creator of the file to save the file as .INX (InDesign Interchange). You should be able to open the InDesign CS3 document with your InDesign CS2.
Or, other solution is to upgrade the InDesign with the latest version, which not a cheap solution (at least for me).